Faktor Kunci dalam Penanganan Stunting di Pulau Burung

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 607

lancangkuningnews.com. – Stunting, kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, menjadi perhatian utama Dinas Kesehatan Indragiri Hilir. Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Rahmi Indrasuri, SKM, MKL, upaya penanganan stunting memerlukan pendekatan multifaktorial yang melibatkan kebijakan, edukasi, dan dukungan dari masyarakat.

Data dari Puskesmas Pulau Burung menunjukkan penurunan signifikan dalam kasus stunting, dari 20 balita terindikasi stunting pada tahun 2023 menjadi hanya 10 balita pada tahun 2024. Dengan rincian 6 balita laki-laki dan 4 perempuan, rentang usia mereka adalah antara 1 hingga 4 tahun. Penurunan ini menjadi angin segar dalam upaya pencegahan stunting di daerah tersebut.

Meskipun penurunan kasus stunting menggembirakan, berbagai faktor masih menjadi tantangan. Salah satu faktor utama adalah usia kehamilan yang tidak optimal. Bayi yang lahir prematur, dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu, lebih rentan terhadap masalah kesehatan, dan hal ini berpengaruh terhadap risiko stunting. Selain itu, kekurangan energi kronis (KEK) yang dialami ibu hamil juga menjadi perhatian. Dari data yang ada, dua ibu mengalami KEK, yang berpotensi menghambat pertumbuhan janin akibat kurangnya asupan gizi yang memadai.

Pemberian ASI eksklusif juga menjadi sorotan, di mana hanya satu dari sepuluh ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. ASI eksklusif sangat penting untuk mencegah infeksi dan mendukung perkembangan bayi. Dalam hal makanan pendamping ASI (MPASI), 7 dari 10 bayi tidak mendapatkan asupan yang cukup protein, sementara hanya 3 bayi yang mendapatkan asupan yang memadai. Pemberian MPASI yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan gizi menjadi kunci untuk pertumbuhan anak.

Data menunjukkan bahwa hanya 3 dari 10 balita yang menerima imunisasi lengkap, padahal imunisasi sangat penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit. Rutin mengunjungi posyandu juga perlu dilakukan untuk memantau pertumbuhan anak. Dalam hal ini, 6 ibu membawa bayinya secara rutin ke posyandu, sementara 4 lainnya tidak melakukannya.

Tingkat pemahaman orang tua mengenai gizi seimbang dan stunting juga menjadi tantangan. Sebagian besar orang tua menunjukkan pemahaman yang kurang, dengan 4 orang tua memiliki pengetahuan yang sangat rendah. Selain itu, paparan asap rokok menjadi masalah signifikan, di mana semua ayah dari balita yang terindikasi stunting adalah perokok aktif. Paparan asap rokok diketahui dapat mengganggu penyerapan gizi anak.

Kepala Dinas Kesehatan, Rahmi Indrasuri, menekankan bahwa perokok aktif dan kurangnya pemberian ASI eksklusif adalah dua faktor utama yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah tersebut. Ia menyatakan, “Keduanya memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan ibu hamil dan bayi.”

Ke depannya, untuk menurunkan angka stunting, penting bagi semua pihak untuk berkomitmen dalam menyediakan gizi yang baik, memastikan akses terhadap layanan kesehatan, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan anak. Data yang menunjukkan perbaikan ini memberikan harapan baru, meskipun tantangan masih ada. Dengan kerjasama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya, diharapkan angka stunting dapat terus diturunkan di masa depan. (Adv)

Berita Terkait

DPRD dan Pemkab Anambas Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp743,67 Miliar
Jumat Berkah, Polres Anambas Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Tiangau
Kecamatan Siantan Gelar Goro Merah Putih, Rangkaian HUT ke-81 RI Siap Dimeriahkan Pentas Seni hingga Karnaval
Sekda Anambas Ajak Seluruh OPD Sukseskan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
Amsakar Dorong Percepatan Program Prioritas, Minta ASN Batam Lebih Responsif Layani Masyarakat
Habib Syech Pimpin Kepri Bersalawat 3, Amsakar Apresiasi Antusiasme Masyarakat Batam
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:08 WIB

DPRD dan Pemkab Anambas Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp743,67 Miliar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Jumat Berkah, Polres Anambas Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Tiangau

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Kecamatan Siantan Gelar Goro Merah Putih, Rangkaian HUT ke-81 RI Siap Dimeriahkan Pentas Seni hingga Karnaval

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:40 WIB

Sekda Anambas Ajak Seluruh OPD Sukseskan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:37 WIB

Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!