Dinkes Kesehatan, Paparkan Hasil Analisis di Kabupaten Indra Giri Hilir

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lancangkuningnews.com. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru Nampak setelah bayi berusia 2 (dua) tahun.

Balita yang stunting di masa yang akan dating akan mengalami kesulitan dalam mecapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal sehingga dapat mempengaruhi sumber daya manusia di masa depan. Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seharusnya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Rahmi Indrasuri, SKM, M.KL menjelaskan mengenai data stunting Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, menunjukkan adanya Penurunan prevalensi Stunting di Inhil, bahkan di tingkat Nasional penurunannya hanya 0,1%, di Provinsi Riau 3,4%, dan di Inhil pada tahun 2021 (SGGI) 28,4% terjadi kenaikan sebesar 0,1% pada tahun 2022 yaitu 28,5% dan di tahun 2023 telah terjadi penurunan sebanyak 9,7% yaitu 18,8%. Sehingga wakil presiden selaku ketua Tim TPPS Tingkat Nasional membuat kebijakan untuk melaksanakan kegiatan intervensi serentak.

“Kegiatan Intervensi Pencegahan Stunting juga harus berkoordinasi dengan melibatkan semua Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, sampai Kelurahan/Desa untuk mencegah lahirnya anak Stunting baru melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, balita dan calon pengantin secara berkelanjutan yang dilaksanakan pada bulan Juni 2024 Kemarin,” jelasnya.

Selain itu, puskesmas dan posyandu memiliki peran penting dalam ILP yang komprehensif dan terpadu, melalui berbagai layanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan valiatif sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat serta dapat mendeteksi dini permasalahan gizi, memberikan edukasi pencegahan Stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.

Dengan masalah gizi sebesar 11,4% dan balita stunting 1,4%. Hampir seluruh Puskesmas memiliki persentase balita ditimbang (D/S) 100%, hanya 5 Puskesmas yang berada dibawah 100% diantaranya :

➤ Puskesmas Simpang Gaung 99,62%
➤ Puskesmas Teluk belengkong 97%
➤ Puskesmas Kotabaru 94,64%
➤ Puskesmas Sungai Salak 88,71%,
➤ Puskesmas Sungai Raya 82%

Setelah di analisis dan dientry pada aplikasi e-PPGBM di dapati 527 balita stunting di Kabupaten Indragiri Hilir dengan jumlah balita stunting tertinggi terdapat di wilayah kerja : ➤ Puskesmas Pelangiran 63 balita ➤ Puskesmas Tembilahan Kota 52 balita ➤ Puskesmas Sungai Guntung 50 balita ➤ Puskesmas Teluk Belengkong 40 balita ➤ Puskesmas Sungai Salak 37 balita ➤ Puskesmas Gajah Mada 32 balita

Kegiatan dalam telah dilaksanakan Penanggulangan Stunting: 1. Pemberian Tambahan Asupan Gizi pada Ibu hamil KEK. 2. Pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri dengan Aksi Bergizi. 3. Pemantauan bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat Asi Eksklusif. 4. Pemantauan anak balita gizi buruk yang mendapat pelayanan tatalaksana gizi buruk. 5. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita. 6. Pemenuhan tambahan asupan gizi pada balita gizi kurang. 7. Pemenuhan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kepada balita.

Dalam kegiatan Intervensi Serentak ini Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melibatkan Lintas Sektor terkait, TP- PKK, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), TPPS Kabupaten, Kecamatan dan TPPS Kelurahan/Desa dalam mengkoordinasikan Percepatan Penurunan Stunting, capaian Indikator Intervensi Spesifik yang m

Berita Terkait

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama
Pemko Batam dan Wajib Pajak Bersinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Bahas Dugaan Ketidaksesuaian Administrasi KB Yayasan Djuwita Prakarsa
Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027
Wakil Ketua I Dprd Batam Hadiri Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam
Ketua DPRD Batam Terima Aspirasi Mahasiswa, Siap Teruskan Tuntutan ke Pemerintah Pusat
Firmansyah Apresiasi Layanan Rahn BRK Syariah, Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat Batam
Batam Tegas Berantas Komplotan Rayap Besi Perusak Fasilitas Publik

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:44 WIB

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:28 WIB

Pemko Batam dan Wajib Pajak Bersinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:17 WIB

Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Bahas Dugaan Ketidaksesuaian Administrasi KB Yayasan Djuwita Prakarsa

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:42 WIB

Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Wakil Ketua I Dprd Batam Hadiri Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam

Berita Terbaru

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama (dok/photo)

Pilihan Editor

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:44 WIB

error: Content is protected !!