
Anambas, lancangkuningnews.com – Sanitasi rumah tangga di Kepulauan Anambas masih jauh dari ideal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, hanya 32,90 persen rumah tangga di wilayah ini yang memiliki akses terhadap sanitasi layak. Masalah ini kian terasa di daerah pesisir, di mana masyarakat masih menggunakan jamban cubluk atau langsung ke laut, yang berisiko mencemari lingkungan dan memicu penyakit.
Menanggapi kondisi ini, SKK Migas Sumbagut bekerja sama dengan Medco E&P Natuna Ltd melaksanakan Program Sanitasi Lingkungan. Sejak 2023, Medco E&P membangun jamban sehat dengan sistem septictank berbasis komunitas di Desa Matak, Kute Siantan. Sistem ini melayani 2-3 rumah per instalasi, dan diharapkan dapat memperbaiki sanitasi di daerah pesisir.
“Jamban sehat sangat dibutuhkan di wilayah pesisir Anambas yang rentan terhadap pencemaran limbah domestik,” ujar Manager Field Relations & Community Enhancement Medco E&P, Kemal Abduhrahman Massi. Hingga saat ini, Medco E&P telah membangun empat unit septictank komunitas, yang melayani sepuluh rumah tangga kurang mampu dengan total 40 jiwa di Desa Matak. Pada 2024, kapasitas septictank ditingkatkan untuk melayani lebih banyak rumah.
Warga Desa Matak, seperti Paridah (47) dan Suwanto (42), menyambut baik bantuan ini. Mereka merasakan peningkatan kualitas hidup dengan adanya jamban sehat. Pj Kepala Desa Matak, Roni Ahmadi, juga mengapresiasi inisiatif ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Dengan sanitasi yang lebih baik, diharapkan Kepulauan Anambas semakin berdaya saing, maju, dan sehat. (FD)















