Ayub Faidiban Kunjungi Batam, Tinjau Kinerja LKPI dan Soroti Masalah Nelayan Akibat Pagar Laut

Kamis, 6 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 678

Batam – Ayub Faidiban, mantan pejabat Kementerian Perhubungan Laut sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI), melakukan kunjungan ke Kepulauan Riau untuk bersilaturahmi dan meninjau perkembangan kinerja LKPI di daerah tersebut.

Dalam kunjungannya, Ayub yang juga dikenal dengan sebutan “Panglima Laut” menegaskan bahwa LKPI didirikan pada tahun 2012 atas inisiatif Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Freddy Numberi, di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). LKPI lahir sebagai upaya menyeimbangkan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang saat itu mengalami dualisme, serta murni bertujuan membantu nelayan tanpa kepentingan politik atau golongan tertentu.

Dukungan untuk Nelayan Kepri

Ayub menjelaskan bahwa LKPI memiliki tugas utama dalam membina, mengayomi, melindungi, serta memperjuangkan hak-hak nelayan. Ia mencontohkan keberhasilan LKPI dalam membantu nelayan di Pulau Todak dan Pulau Buluh, Kepulauan Riau. Berkat kerja sama LKPI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat dijabat Freddy Numberi, para nelayan di daerah tersebut telah menerima bantuan berupa mesin pembuat kerupuk, pengembangan lokasi wisata, dan modal usaha untuk mendukung kelompok ibu-ibu nelayan dalam meningkatkan ekonomi mereka.

Soroti Masalah Pagar Laut dan Reklamasi

Selain membahas perkembangan LKPI di Kepri, Ayub juga menyoroti permasalahan yang dihadapi nelayan terkait proyek pagar laut dan reklamasi di Kabupaten Tangerang dan Bekasi. Menurutnya, nelayan dikedua kabupaten tersebut merasa tertipu setelah menandatangani daftar kehadiran dalam sebuah undangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PAL Jaya. Belakangan, tanda tangan tersebut digunakan oleh pihak perusahaan untuk mendukung proyek reklamasi TPI Tarumajaya tanpa persetujuan nelayan.

Menanggapi keluhan tersebut, Ayub bersama para nelayan mendatangi kantor pertanahan Kabupaten Cikarang untuk meminta penghentian proyek reklamasi dan pagar laut. “Nelayan sebenarnya tidak pernah menyetujui adanya reklamasi dan pagar laut sampai saat ini tetapi hal itu tidak terlaksana.” tegasnya.

Ia pun mengingatkan seluruh pengurus LKPI di berbagai daerah untuk tetap solid dan tidak terlibat dalam kepentingan tertentu. Ia juga mendorong Kementerian KKP, serta dinas kelautan di tingkat kota dan daerah, untuk lebih terbuka dalam bekerja sama dengan LKPI guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para nelayan.

“Persoalan nelayan harus menjadi perhatian bersama. LKPI hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka tanpa embel-embel politik. Kami harap pemerintah daerah dan pusat bisa bersinergi untuk kepentingan nelayan Indonesia,” tutupnya. (Red)

Berita Terkait

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam
Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:09 WIB

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam

Selasa, 3 November 2026 - 17:30 WIB

Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS

Senin, 2 November 2026 - 12:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:42 WIB

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Berita Terbaru