Ketua LAM kabupaten Anambas, Tolak Relokasi Pembangunan Rempang EkoCity Pulau Rempang Galang

Sabtu, 9 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 688

lancangkuningnews.com, Anambas 9/9/2023 – Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Anambas Tolak Relokasi dan Kekerasan terhadap Masyarakat Adat Pulau Rempang dan Galang, karena rencananya daerah tersebut akan dibangun Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Rempang Eko City, saat berada dikediamannya Kabupaten Anambas Kepulauan Riau. (9/9/2023)

H. Ardan A.Ma. ketua LAM mengatakan, kami mendukung sepenuhnya program pembangunan program pemerintah pusat maupun program daerah, tetapi pulau Rempang dan Galang memiliki sejarah asli Melayu dari perjuangan Sultan Mahmud sewaktu melawan penjajah Belanda, terangnya.

Harapannya , sebagai ketua LAM kabupaten Kepulauan Anambas merasa terharu atas kejadian terhadap saudaranya yang berada di pulau Rempang dan Galang, kami juga berharap kepada Gubernur, Walikota Batam agar dapat mengkaji kembali atas Rencana pembangunan yang akan dilaksanakan oleh PT. Megah Elok Graha.

Disamping itu juga daerah tersebut adalah masuk didalam 16 kampung adat masyarakat Melayu yang berada di kepulauan Riau, hal itulah menjadi dasar Masyarakat adat menolak direlokasi dan meminta penghentian proyek itu karena khawatir kehilangan ruang hidup sejarah dan identitas budaya mereka.

LAM Kepulauan Anambas juga meminta pembebasan seluruh masyarakat yang ditahan akibat bentrokan, mengutuk keras tindakan represif, intimidasi, dan kekerasan yang dilakukan oleh tim gabungan, serta mendesak pemerintah membuat kesepakatan tertulis dengan masyarakat adat terkait dampak jangka pendek dan jangka panjang dari proyek Rempang Eco City.

Begitu juga kepada Ormas yang bernuansa Melayu untuk menahan diri dan bersabar agar tidak terjadi bentrok susulan, semoga pemerintah mengambil sikap secepatnya untuk tidak mengundang emosi adat-adat Melayu yang lainnya.

Dalam hal ini Pemerintah menghormati hak-hak masyarakat adat yang telah tinggal di sana sejak zaman nenek moyang, disana terdapat 60-70 ribu jiwa bermukim adalah penduduk asli yang
tidak ingin kehilangan tanah, rumah, dan budaya kami karena proyek ini, tutup H.Arnan H.Ma.(FD)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Imigrasi Batam Sosialisasikan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian
Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam
Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:58 WIB

Perkuat Sinergi Antarinstansi, Imigrasi Batam Sosialisasikan Aplikasi Layanan Data Keimigrasian

Kamis, 5 November 2026 - 17:37 WIB

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 18:09 WIB

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam

Senin, 2 November 2026 - 12:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:42 WIB

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Berita Terbaru