Kehangatan di Kedai Kopi: Tuhan Mengambil Satu Pendusta, Menggantinya dengan Barisan Sahabat

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 617

Oleh : Ady Indra Pawennari                               Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri

Entah karena desakan batin apa, sore itu, Jumat (14/8/2026), dua orang penulis buku andal di Kepulauan Riau (Kepri) tiba-tiba berkumpul di sebuah kedai kopi, tepat di samping kantor KPU Kota Tanjungpinang. Pertemuan ini seolah diatur oleh semesta, seakan tahu ada luka di dada saya yang butuh dibasuh oleh ketulusan.

Keduanya bukan orang asing bagi saya. Mereka adalah mantan teman duet di lapangan saat kami masih sama-sama menggenggam kartu pers sebagai wartawan, berjuang di akhir masa Orde Baru hingga fajar Reformasi menyingsing di Tanjungpinang sekitar tahun 1997 hingga 2001.

Mereka adalah Ridarman Bay, mantan wartawanRiau Pos dan Suara Riau, yang kini dikenal sebagai penulis buku Menjaga Nurani: Suara di Simpang Zaman. Di sampingnya, duduk Suyono Saeran, mantan wartawan GeNTA dan Lantang, yang sukses menelurkan karya biografis Ansar, Guru Ngaji Jadi Gubernur Kepri. Tak lama kemudian, lingkaran nostalgia itu makin lengkap dengan kehadiran Amril Agin, mantan wartawan Sijori Mandiri tahun 2002, Henky Mohari, mantan wartawan Antara dan Ambok Akok, wartawan radarsatu.com yang memulai karier jurnalistiknya pada 2012.

Pertemuan sore itu bukan sekadar bualan kosong melepas rindu. Tulisan yang sengaja saya bagikan dua hari lalu—sebuah curahan hati yang getir tentang pengkhianatan seorang oknum penulis—ternyata menjadi pemantik api emosional di dada mereka.

Ingatan saya mendadak mundur pada sebuah momen yang menyakitkan. Saya teringat ketika oknum tersebut datang ke rumah saya. Dengan wajah penuh harap dan kata-kata manis, ia meminta restu, doa, bahkan dukungan logistik demi meraih sebuah jabatan di organisasi yang sangat ia impikan. Sebagai seorang teman, saya tidak pernah berpikir buruk. Saya melihat impiannya dan ingin menjadi jembatan agar ia bisa menggapainya.

Namun, sungguh tak bersaudara. Ketika mimpinya telah berada di genggaman, ketika jabatan itu sudah ia duduki, ketulusan saya justru dibalas dengan tikaman dari belakang. Setelah semua ambisinya tercapai, saya dicampakkan begitu saja. Kepercayaan yang saya berikan dilemparkan ke tempat sampah.

Selama dua tahun empat bulan, saya terpuruk dalam janji palsu yang mandek.

Padahal, segala kewajiban telah saya tunaikan tanpa ragu. Biaya operasional untuk membeli laptop yang ia minta telah saya penuhi. Bahkan, uang untuk sekadar “ngopi-ngopi” guna merawat inspirasinya pun sudah mengalir.

Sialnya, semua data pelengkap, tulisan pendukung, dan rekaman perjalanan hidup saya yang berharga, menguap begitu saja di tangan sang penulis pendusta. Hingga detik ini, jangankan sebuah buku cetak yang rapi, selembar halaman pun tidak pernah ia selesaikan. Ada rasa perih yang mendalam ketika menyadari bahwa orang yang kita bantu untuk terbang, justru menggunakan sayapnya untuk meninggalkan kita dalam kepedihan.

Namun, di kedai kopi itulah keajaiban persahabatan sejati menunjukkan taringnya. Membaca luka batin saya, rasa solidaritas mereka bergejolak. Rasa senasib sepenanggungan sebagai sesama perajin kata membuat mereka tidak terima jika kehormatan sahabatnya diinjak-injak oleh sebuah penipuan.

Secara sukarela dan tanpa memungut biaya sepeser pun, mereka menyatakan siap bahu-membahu mewujudkan impian saya yang sempat mati suri: menerbitkan buku biografi perjalanan hidup saya.

Ketulusan ini menggenapi tawaran dari Socrates, mantan Ketua PWI pertama di Kepulauan Riau, yang sebelumnya juga telah membuka tangan lebar-lebar untuk membantu merajut kembali lembaran kisah saya yang sempat tercerai-berai.

Mendengar ketulusan itu, jujur, sudut mata saya menghangat. Saya terharu sekaligus takzim. Mimpi yang telah terkubur dalam-dalam selama hampir 2,5 tahun, sore itu mendadak bangkit kembali dengan detak jantung yang lebih kuat. Tuhan memang maha adil. Dia mengambil satu orang penusta dari hidup saya, lalu menggantikannya dengan barisan sahabat sejati yang kompetensinya sudah teruji oleh waktu.

Pembicaraan yang awalnya penuh kekecewaan, perlahan bergeser menjadi ruang romantisme masa lalu. Kami kembali mengenang indahnya berjuang bersama di bawah tekanan zaman yang otoriter, bertaruh idealisme di lapangan, hingga akhirnya kami berhasil meraih puncak mimpi tertinggi sebagai pemimpin redaksi di media masing-masing.

Kami terus bertukar cerita, tertawa, dan menyusun strategi baru untuk buku biografi tersebut. Kebersamaan hangat itu harus terjeda saat sayup-sayup adzan magrib mulai berkumandang di langit Tanjungpinang. Luka lama itu kini telah sembuh, digantikan dengan keyakinan baru bahwa sebuah karya yang ditulis dengan hati, kejujuran, dan solidaritas persahabatan, akan segera lahir ke dunia. (**)

Berita Terkait

Rapat Paripurna DPRD Anambas, Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati Rp736,36 Miliar
Polisi Ajak Warga Desa Landak Bersama Jaga Kamtibmas
Jelang HUT Ke-81 RI, Lanal Tarempa Hadir di Tengah Warga Batu Ampar dengan Bakti Kesehatan dan Bantuan Sosial
Danlanal Tarempa Ikuti Vicon Tatap Muka 80 Tahun Jalasenastri, Perkuat Peran dan Pengabdian Keluarga TNI AL
Kepala Bakesbangpol Anambas: Sinergi Pemerintah dan Media Penting Jaga Kondusivitas Daerah
Perkuat Sinergitas dan Kondusivitas Wilayah, Lanal Tarempa Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Anambas
Ketua Komisi III DPRD Anambas Hadiri Pembukaan Turnamen Sepak Bola U-13 HUT Desa Teluk Siantan dan Karang Taruna Sinar Siantan
Camat Siantan Resmi Kukuhkan Anggota BPD Lima Desa untuk Periode 2026–2034

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 00:38 WIB

Kehangatan di Kedai Kopi: Tuhan Mengambil Satu Pendusta, Menggantinya dengan Barisan Sahabat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Rapat Paripurna DPRD Anambas, Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disepakati Rp736,36 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Polisi Ajak Warga Desa Landak Bersama Jaga Kamtibmas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Jelang HUT Ke-81 RI, Lanal Tarempa Hadir di Tengah Warga Batu Ampar dengan Bakti Kesehatan dan Bantuan Sosial

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Kepala Bakesbangpol Anambas: Sinergi Pemerintah dan Media Penting Jaga Kondusivitas Daerah

Berita Terbaru

Polsek Jemaja Polres Kepulauan Anambas menggelar kegiatan Jumat Curhat Kamtibmas bersama masyarakat Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Jumat (14/8/2026).F/Dok Humas Polres

Anambas

Polisi Ajak Warga Desa Landak Bersama Jaga Kamtibmas

Jumat, 14 Agu 2026 - 12:32 WIB

error: Content is protected !!