Pemandu Bagikan Momen saat Letusan Gunung Dukono, Ngaku Targetkan Foto Erupsi hingga Percikan Lahar

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi.  (Facebook.com / Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)

Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi. (Facebook.com / Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)

Views: 687

Maluku Utara,lancangkuningnews.com – Linimasa media sosial tengah ramai menyoroti beredarnya video amatir yang diduga dibagikan seorang pemandu wisata, Lexi Djangu saat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), pada Jumat, 8 Mei 2026 pagi.

‎Hingga saat ini, dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan memicu operasi penyelamatan untuk mengevakuasi para pendaki yang sempat terjebak di dekat kawah Gunung Dukono.

‎Momen genting yang dibagikan oleh pemandu Gunung Dukono tersebut lantas menuai sorotan, terlebih juga memperlihatkan saat kepulan asap tebal meluncur dari arah puncak.

‎Terlihat dalam video yang dibagikan ulang akun X @infogempadunia, pada Sabtu, 9 Mei 2026, tampak Djangu bersama pendaki asal luar negeri merekam situasi genting saat peristiwa terjadi.

‎”Ini situasi Erupsi Gunung Dukono dari jarak dekat,” tulis postingan tersebut.

‎”Erupsi terbesar dalam sejarah Gunung Dukono terjadi tadi pagi sekitar pukul 07.40 WIT dengan ketinggian Kolom Abu mencapai 10.000 meter,” tambahnya.

‎Setelah viralnya video tersebut, Djangu sebagai pemandu pendakian di lokasi, angkat bicara dan menceritakan kronologi saat ia bersama pendaki yang didampinginya berupaya menyelamatkan diri.

‎Klarifikasi Ihwal Profesinya

‎Secara terpisah, Djangu tampak membagikan pernyataan melalui akun Facebook pribadinya, Lexi Djangu Trekker, pada Sabtu, 9 Mei 2026, terkait profesinya sebagai pemandu wisata saat berada di Gunung Dukono tersebut.

‎”Saya bukan content creator, saya pemandu wisata yang bersertifikasi dan tetap melakukan prosedur sebelum pendakian,” kata Djangu.

‎”(Hal tersebut dengan) melakukan observasi digital dan juga visual sebelum mengambil keputusan,” tambahnya.

‎Saat insiden, Djangu menyebut jarak camping saat terjadi erupsi itu sejauh 4 kilometer.

‎Djangu menilai, jarak tersebut telah sesuai rekomendasi pihak volcanology.

‎”Meskipun demikian jika terjadi perubahan arah angin maka harus turun,” tambahnya.

‎Targetkan Foto Erupsi

‎Dalam perjalanan wisatannya, Djangu bercerita kala itu ia dan pendaki yang didampinginya menargetkan foto erupsi dan percikan lahar Gunung Dukono.

‎”Target kami adalah fotografi erupsi dan percikan lahar dari jarak yang direkomendasikan,” terangnya.

‎”Beberapa hari lalu kami ke kantor volcanology lihat lansung aktivitas vulkanik gunung Dukono yang terekam dalam alat seismograf,” tambah Djangu.

‎Di kantor tersebut, Djangu menyebut, ada peta yang menunjukan bahwa bukaan kawah mengarah ke arah utara atau Jalur Mamuya.

‎”Oleh karena itu pendakian yang aman itu dari jalur timur, namun saat itu kami batal mendaki karena aktifitas masih tinggi,” tutur Djangu.

‎”Dan arah angin ke arah selatan dan timur bahkan sering berubah ke Utara dalam beberapa jam,” sambungnya.

‎Sebut Ada Kejanggalan di Gunung Dukono

‎Sebagai pemandu wisata, Djangu mengaku sempat merasa janggal saat menyiapkan tendanya pada titik pantauan area puncak Gunung Dukono.

‎”Saat tiba di lokasi kami setting tenda sambil lakukan pemantauan, terlihat benar benar tidak ada asap di puncak,” terangnya.

‎”Ini aneh, karakter gunung Dukono tidak seperti ini, ini berbahaya karena (diduga) ada sumbatan pada dasar kawah dan tekanan besar sedang terkumpul,” ungkap Djangu.

‎Setelah itu, Djangu menyebut dirinya sempat meminta izin untuk menerbangkan drone namun ternyata tidak dapat terjangkau dari 4 km.

‎Momen Wisatawan Lari Berhamburan

‎Saat insiden terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.40 WIT, Djangu menuturkan, dari arah utara dari kejauhan terlihat ada pendaki yang sudah mendekati bibir kawah Gunung Dukono.

‎”Ada seorang wanita berkaos putih lengan panjang terpantau sedang berlari diikuti sebuah drone yang terbang di atas,” terang Djangu.

‎”Sekelompok pria yang sedang memonitor drone itu, diduga mereka adalah konten creator,” sambungnya.

‎Dari hasil pantauan itu, Djangu akhirnya memutuskan turun menjauh ke tempat yang lebih aman.

‎”Saat sedang berjalan tiba-tiba pada pukul 7.42 terjadi dentuman disertai dengan asap hitam, percikan lahar cair, batu dan dan disertai gelombang supersonik,” jelasnya.

‎Sempat Rekam Letusan Gunung Dukono

‎Djangu saat itu mengaku sempat mengambil momen letusan Gunung Dukono hingga akhirnya tersebar dan viral di media sosial.

‎”Moment itu kami abadikan sambil memperhatikan arah angin dan material vulkanik,” terangnya.

‎”Dalam pikiran saya, mereka yang baru saja tiba di bibir kawah mungkin tidak ada yang selamat, namun kuasa Tuhan itu berlaku, terdengar kabar dari anak saya bahwa banyak yang selamat,” imbuh Djangu.

‎Atas peristiwa tersebut, Djangu mengingatkan terhadap para pendaki agar jangan mengambil keputusan sebelum melakukan pengamatan yang matang.

‎”Gunung api itu berbahaya, tetap waspada,” tutupnya. (Bill)

Berita Terkait

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam
Kominfo Batam Dukung Penuh Pelaksanaan Rakernas III DPP PJS Tahun 2026
Pemkab Anambas Gandeng Anambas Foundation, Perkuat Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan
Keluarga Besar PJS Sambut Hari Bakti BP Ke 55
Sekda Sahtiar Tutup Pertandingan Gasing Antar Desa, Lestarikan Budaya Melayu di Anambas
Sekda Sahtiar Tutup Neknang Cup II 2026, Dorong Sepak Takraw Anambas Terus Berkembang
Wabup Raja Bayu Ajak Santri Anambas Perkuat Persatuan Menuju Indonesia Emas

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Kominfo Batam Dukung Penuh Pelaksanaan Rakernas III DPP PJS Tahun 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pemkab Anambas Gandeng Anambas Foundation, Perkuat Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Keluarga Besar PJS Sambut Hari Bakti BP Ke 55

Berita Terbaru

Batam

Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 07:57 WIB