Kenaikan Tak Terkendali, Pedagang Ayam di Inhil Tercekik Harga Tinggi

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 648

TEMBILAHAN _  Harga ayam potong di Kabupaten Indragiri Hilir terus meroket sejak pertengahan 2025 hingga Februari 2026. Kenaikan tajam tersebut merugikan masyarakat dan pedagang pelapak, serta berdampak pada tekanan inflasi daerah. Sejumlah kalangan menduga lonjakan harga dipicu oleh “permainan” kartel perusahaan peternakan ayam potong yang menguasai rantai distribusi.

Data harga menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam delapan bulan terakhir. Pada Juli 2025, harga ayam potong berada di angka Rp33.000 per kilogram. Agustus naik menjadi Rp34.500, September Rp36.000, Oktober Rp36.500, dan sempat turun pada November ke Rp34.000. Namun pada Desember melonjak ke Rp40.000, Januari 2026 naik lagi menjadi Rp42.000, dan Februari 2026 menembus Rp47.500 per kilogram. Total kenaikan mencapai Rp14.500 per kilogram.

Pedagang pelapak di pasar Tembilahan, Herdianto (40), mengaku kenaikan harga membuat daya beli masyarakat melemah.

Sekarang sudah Rp47.500 per kilo. Pembeli banyak yang mengurangi jumlah belanja. Kami juga ambil dari agen sudah tinggi, jadi tidak bisa menahan harga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Randa (40). Ia menyebut kondisi tersebut membuat pedagang berada dalam posisi sulit.

Kalau harga terus naik, pembeli makin sepi. Risiko tidak habis terjual juga besar. Kami merugi,” katanya.

Lonjakan harga ayam potong dinilai turut memicu inflasi bahan pangan di daerah, mengingat komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Kenaikan beruntun sejak akhir 2025 hingga awal 2026 memunculkan dugaan adanya pengaturan pasokan di tingkat perusahaan peternakan besar yang menguasai pembibitan, pakan, hingga distribusi.

 *DPRD Provinsi Riau Minta Pengawasan Ketat TPID*

 Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Riau Daerah Pemilihan Kabupaten Indragiri Hilir, Andi Dharma Taufik, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengawasan menyeluruh terhadap rantai distribusi ayam potong.

Kenaikan dari Rp33.000 menjadi Rp47.500 dalam waktu kurang dari setahun sangat signifikan. Jika ada dugaan kartel atau pengaturan pasokan, harus ditelusuri. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” tegasnya.

Ia juga mendorong Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengecek langsung ketersediaan stok di tingkat distributor dan rumah potong ayam, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi pelanggaran persaingan usaha.

Hingga berita ini diturunkan, harga ayam potong di sejumlah pasar di Indragiri Hilir masih bertahan di kisaran Rp47.500 per kilogram. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga dan melindungi daya beli masyarakat. (Thonk)

Berita Terkait

DKUPP Inhil Buka Posko Pengaduan Mafia Lapak dengan QR Code
Golkar Inhil Matangkan Persiapan Musda 2026
Ketua DPRD Inhil Dorong Sinergi Forkopimda Hadapi Persoalan Daerah
Tekan Kebocoran Retribusi, DPRD Inhil Apresiasi Ketegasan DKUPP
Ketua DPRD Inhil Hadiri Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kekeringan
Ketua DPRD Inhil Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Tim Penyuluh Mabes TNI
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-11, Bahas Tiga Ranperda Strategis
Ibu di Inhil Bernapas Lega: MBG, Cinta yang Disajikan Hangat Setiap Hari

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:19 WIB

Golkar Inhil Matangkan Persiapan Musda 2026

Selasa, 15 September 2026 - 11:52 WIB

Ketua DPRD Inhil Dorong Sinergi Forkopimda Hadapi Persoalan Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 22:12 WIB

Tekan Kebocoran Retribusi, DPRD Inhil Apresiasi Ketegasan DKUPP

Selasa, 1 September 2026 - 13:33 WIB

Ketua DPRD Inhil Hadiri Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kekeringan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Ketua DPRD Inhil Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Tim Penyuluh Mabes TNI

Berita Terbaru

error: Content is protected !!