APBD Inhil Belum Disahkan, Joni Hendra Peringatkan Potensi Kerugian Daerah

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 645

Tembilahan — Belum disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga melewati batas waktu menuai sorotan. Tokoh pemuda pemerhati kebijakan publik, Joni Hendra, mengingatkan potensi kerugian besar yang dapat dialami daerah akibat keterlambatan tersebut.

Menurut Joni, keterlambatan pengesahan APBD bukan sekadar persoalan administratif, tetapi berisiko menghilangkan insentif fiskal dari pemerintah pusat.

Jika APBD disahkan melewati batas waktu, Inhil berpotensi kehilangan bonus atau insentif fiskal dari Kementerian Keuangan. Nilainya bisa mencapai Rp20 miliar hingga Rp 30 miliar,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, insentif tersebut diberikan kepada daerah yang taat regulasi, tepat waktu dalam pengesahan APBD, serta memiliki kinerja pengelolaan keuangan yang baik.

Ini menyangkut kredibilitas tata kelola pemerintahan daerah. APBD yang terlambat disahkan bisa dinilai sebagai lemahnya perencanaan dan penganggaran,” tegasnya.

Joni juga mengingatkan dampak keterlambatan APBD akan dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti terhambatnya program pembangunan, tertundanya pembayaran kegiatan, hingga melambatnya roda ekonomi lokal.

Yang dirugikan bukan hanya pemerintah daerah, tetapi masyarakat luas. Program infrastruktur, pelayanan publik, bantuan sosial, hingga aktivitas ekonomi bisa tersendat,” tambahnya.

Ia mendorong eksekutif dan legislatif di Inhil untuk mengedepankan kepentingan publik dan segera membangun komunikasi yang konstruktif demi percepatan pengesahan APBD.

Perbedaan pandangan itu wajar dalam demokrasi. Namun jangan sampai rakyat menjadi korban. APBD adalah instrumen utama pembangunan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Joni berharap seluruh pihak segera menemukan titik temu guna menyelamatkan potensi kerugian daerah.

Kita masih punya kesempatan. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen, tanggung jawab, dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat,” pungkasnya. (Thonk)

Berita Terkait

DKUPP Inhil Buka Posko Pengaduan Mafia Lapak dengan QR Code
Golkar Inhil Matangkan Persiapan Musda 2026
Ketua DPRD Inhil Dorong Sinergi Forkopimda Hadapi Persoalan Daerah
Tekan Kebocoran Retribusi, DPRD Inhil Apresiasi Ketegasan DKUPP
Ketua DPRD Inhil Hadiri Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kekeringan
Ketua DPRD Inhil Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Tim Penyuluh Mabes TNI
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-11, Bahas Tiga Ranperda Strategis
Ibu di Inhil Bernapas Lega: MBG, Cinta yang Disajikan Hangat Setiap Hari

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 13:43 WIB

DKUPP Inhil Buka Posko Pengaduan Mafia Lapak dengan QR Code

Selasa, 15 September 2026 - 14:19 WIB

Golkar Inhil Matangkan Persiapan Musda 2026

Selasa, 15 September 2026 - 11:52 WIB

Ketua DPRD Inhil Dorong Sinergi Forkopimda Hadapi Persoalan Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 22:12 WIB

Tekan Kebocoran Retribusi, DPRD Inhil Apresiasi Ketegasan DKUPP

Selasa, 1 September 2026 - 13:33 WIB

Ketua DPRD Inhil Hadiri Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kekeringan

Berita Terbaru

PIKORI BP Batam Serahkan Bantuan Kemanusiaan Korban NTT melalui BAZNAS (ket/photo)

Pilihan Editor

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:53 WIB

error: Content is protected !!