Puluhan Warga Protes Akibat Imbas Proyek Pematangan Lahan di Sambau

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam – Puluhan warga protes akibat aktivitas pematangan lahan yang dilakukan proyek misterius di kawasan Hutan Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, kota Batam.

Para warga tersebut terdiri dari Pembudidaya ikan air tawar, pemilik kebun, dan beberapa orang Nelayan yang di dampingi oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Kecamatan Nongsa, DPC HNSI Kota Batam dan Perwakilan DPD HNSI PROV KEPRI.

Kedatangan mereka saat itu untuk menemui pihak pemilik lahan maupun penanggung jawab kegiatan, guna menyampaikan keluhan para warga yang dirugikan karena terkena dampak lumpur imbas dari proyek.

Heri Ketua Ranting HNSI Kecamatan Nongsa yang saat itu mendampingi warga sangat kecewa terhadap sikap pemilik kegiatan yang tidak mau menemui warga yang terkena imbas dari kegiatan tersebut.

Kita sudah datang ke lokasi proyek degan niat baik menemui mereka degan sikap rasa kekeluargaan, namun sangat disayangkan niat baik kita tidak direspon baik oleh penanggung jawab kegiatan tersebut.

” Kita malah dihadapkan dengan aparat kepolisian inikan aneh ‘ seharusnya pemilik proyek datang lah temui warga agar masalah selesai ” ujar Heri

Beliau juga menegaskan bahwa HNSI akan tetap memperjuangkan hak hak warga yang terdampak sampai warga mendapatkan rasa keadilan, Kami sebagai Masyarakat Nelayan baik yang beraktivitas tangkap di laut maupun pembudidaya adalah bagian dari Ketahanan Pangan.

Kris salah satu warga nelayan pembudidaya ikan menjelaskan bahwa dirinya telah mengalami banyak kerugian akibat terkena dampak lumpur, hingga beberapa kolam miliknya sudah tertimbun tanah proyek.

Kondisi ini menyebabkan kolam ikan miliknya dipenuhi lumpur sehingga mengakibatkan bibit ikan pada mati dan sulit berkembang sehingga gagal panen.

Sebelumnya panen budidaya ikan milik Kriss bisa mencapai delapan hingga sembilan ton saat panen, namun saat ini panen yang bisa didapatkan hanya satu hingga dua ton saja.

” Saya harap ada itikad baik oleh pemilik kegiatan untuk menemui kami yang terkena dampak langsung, supaya kami dapat menyampaikan keluhan secara langsung dan mendapatkan solusi ” tutup Kriss

Selain itu beberapa warga lainnya juga ikut terdampak salah satunya Iwan selaku pemilik kebun juga mengalami kerugian akibat dampak lumpur proyek yang saat ini dikerjakan, Tanaman kacang panjang miliknya terimbas gagal panen serta beberapa pohon pisang terkena dampak timbunan tanah.

” Tanaman gagal panen, lokasi tanam sudah penuh lumpur, jadi lahan kebun saya sudah tidak layak lagi untuk dijadikan lahan pertanian ” ujar iwan

Kedatangan warga terdampak bersama HNSI saat itu tidak membuahkan hasil hal ini disebabkan karena pihak pengelola proyek tidak pernah muncul untuk menemui warga.

Anehnya hingga saat ini tidak ada yang mengetahui siapa pemilik proyek pematangan lahan tersebut sehingga warga terdampak sulit untuk jalin komunikasi untuk menyelesaikan polemik yang terjadi.

Dilokasi proyek tidak ada ditemukan berupa papan informasi terkait kegiatan maupun pemilik PL, namun lahan yang sudah di garap diperkirakan mencapai puluhan hektar, Romi salah satu pekerja yang saat itu ditemui di lahan proyek menjelaskan bahwa dirinya juga tidak mengetahui siapa pemilik proyek.

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Bahas Dugaan Ketidaksesuaian Administrasi KB Yayasan Djuwita Prakarsa
Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027
Wakil Ketua I Dprd Batam Hadiri Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam
Ketua DPRD Batam Terima Aspirasi Mahasiswa, Siap Teruskan Tuntutan ke Pemerintah Pusat
Firmansyah Apresiasi Layanan Rahn BRK Syariah, Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat Batam
Batam Tegas Berantas Komplotan Rayap Besi Perusak Fasilitas Publik
Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Amsakar Getarkan Hati Jemaah Lewat Puisi “Jabal Uhud”
Putus Mata Rantai Pencurian Aset Publik dan Vandalisme, BP Batam Teken Pakta Integritas Bersama Polda Kepri dan Pelaku Usaha Scrap

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:17 WIB

Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Bahas Dugaan Ketidaksesuaian Administrasi KB Yayasan Djuwita Prakarsa

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:42 WIB

Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Wakil Ketua I Dprd Batam Hadiri Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:11 WIB

Ketua DPRD Batam Terima Aspirasi Mahasiswa, Siap Teruskan Tuntutan ke Pemerintah Pusat

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:50 WIB

Firmansyah Apresiasi Layanan Rahn BRK Syariah, Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat Batam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!