Pelni Segera Beli 3 Kapal Penumpang Senilai Rp 4,5 Triliun

Senin, 23 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 733

lancangkuningnews.com. Alor – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berencana membeli tiga kapal untuk melayani penumpang di sejumlah perairan di Indonesia. Tiga kapal itu dibeli seharga Rp 4,5 triliun.

“Kami rapat terakhir kemarin untuk harmonisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran (TA) 2024, alokasi untuk Pelni itu Rp 1,5 triliun untuk uang muka pembelian tiga kapal penumpang,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelni (Persero), Anik Hidayati, di Dermaga 1 Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di terima redaksi, Senin (23/12).

Anik meminta dukungan dari semua pihak agar pada 31 Desember 2024 ini pemerintah dapat mencairkan anggaran. Sebab, pengajuannya sudah berlangsung selama dua tahun.

“Jadi mohon dukungannya karena proses pengajuan pencairan anggaran sejak akhir 2022 hingga saat ini,” kata Anik.

Anik menjelaskan anggaran tersebut sedang dianalisis oleh Kementerian BUMN. Setelah disetujui baru diusulkan ke Kementerian Keuangan. Selanjutnya baru ada persetujuan dari DPR RI.

“Itu yang harus kami lakukan untuk bisa melakukan peremajaan terhadap kapal-kapal Pelni,” jelas Anik.

Menurut Anik, dari 26 kapal Pelni yang sedang beroperasi, terdapat 12 kapal yang harus segera dilakukan peremajaan atau diperbarui kondisinya. Sebab, kapal-kapal itu sudah berusia di atas 30 tahun dan ada batasan usianya.

“Harus dipahami bahwa kapal itu ada batas usia teknis yang harus layak dan efesien untuk dioperasionalkan,” terang Anik.

Peremajaan tersebut, Anik berujar, membutuhkan waktu tiga tahun. Sehingga Pelni mengusulkan ke pemerintah agar ada penambahan modal pembelian kapal baru karena kapal milik Pelni yang selama ini beroperasi tidak ada di pasaran.

“Jadi prosesnya panjang. Kalau sudah diputuskan, kami mendapatkan PMN, maka proses desainnya membutuhkan waktu satu tahun. Setelah itu, proses pembangunan kapal butuh waktu dua tahun. Totalnya kami harus menunggu tiga tahun baru bisa ada kapal baru,” beber Anik.

Dia menambahkan pemerintah terakhir melakukan peremajaan kapal pada 2008, yaitu kapal Gunung Dempo yang saat ini berusia 25 tahun. Sehingga sejak 2008 hingga 2024 ini terjadilah kekosongan dan tidak ada investasi baru dalam pengadaan kapal.

“Jadi Gunung Dempo itulah kapal terakhir yang dimiliki Pelni setelah peremajaan,” tutup Anik.[]

Berita Terkait

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026
Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026
Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Dukung Upaya Dewan Pers Wujudkan Tata Kelola Jurnalisme Profesional dan Patuh Terhadap Kode Etik Jurnalistik
Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0
BP Batam Perkuat Perizinan untuk Pelaku Usaha
“Jelang Rakernas III PJS di Batam, Perkuat Koordinasi”
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:32 WIB

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 20:30 WIB

Kepulauan Anambas Raih Pengakuan Nasional, Bupati Aneng Terima CNN Indonesia Awards 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:41 WIB

BP Batam Dukung Upaya Dewan Pers Wujudkan Tata Kelola Jurnalisme Profesional dan Patuh Terhadap Kode Etik Jurnalistik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0

Berita Terbaru