Batam, Lancangkuning – Tokoh masyarakat Indonesia Timur di Batam, Moody Arnold Timisela, berbagi pandangannya tentang sosok H. Nuryanto, SH, MH, atau yang akrab disapa Cak Nur, calon Walikota Batam nomor urut satu. Dengan nada penuh kehangatan, Moody menceritakan perjalanan panjang yang ia saksikan langsung dari seorang Nuryanto selama lebih dari dua dekade.
Perjalanan Panjang Seorang Pemimpin
Berbicara tentang Nuryanto, kita harus kembali ke masa lalu, ke awal perjuangannya di Kota Batam. Moody mengenang pertemuan pertamanya dengan Cak Nur lebih dari 20 tahun lalu. Di masa itu, Cak Nur dikenal sebagai salah satu dari tiga “serangkai” yang selalu aktif di lapangan, bersama Mas Sugianto dan Mas Imam Tohari. Mereka tak hanya bekerja keras, tetapi juga menjaga erat persahabatan di tengah kesibukan mereka masing-masing
“Persahabatan kami tidak pernah pudar,” ujar Moody. “Cak Nur adalah pribadi yang selalu menjaga hubungan baik dengan sahabat dan semua orang di sekitarnya. Ia sosok yang rendah hati, terbuka, dan peduli.”
Karir politik Nuryanto dimulai dari tingkat akar rumput. Ia merintis jalannya di PDI (sekarang PDIP), dimulai sebagai pengurus tingkat anak ranting hingga kemudian dipercaya memegang berbagai posisi strategis di partai tersebut.
Di bawah naungan partai yang membesarkan namanya, Cak Nur terus membuktikan kemampuannya sebagai seorang politisi tangguh yang berorientasi pada kerja nyata.
Sosok Pemimpin yang Akomodatif dan Visioner
Cak Nur, dimata Moody dikenal sebagai seorang pemimpin yang sederhana namun penuh visi. Ia selalu mengedepankan kepentingan masyarakat, khususnya dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Moody mengisahkan bagaimana saat dirinya dan masyarakat lainnya melaporkan masalah kepada Cak Nur ketika menjabat sebagai anggota DPRD Kota Batam, Nuryanto selalu merespons dengan serius.
“Setiap laporan yang kami sampaikan tidak pernah diabaikan. Ia segera mengupayakan solusi, bahkan mengadakan rapat dengar pendapat (hearing) untuk mencari jalan keluarnya. Cak Nur adalah figur yang selalu hadir untuk rakyat,” ungkap Moody.
Dekat dengan Semua Kalangan
Sebagai politisi PDIP, Nuryanto tidak hanya fokus pada karir politik, tetapi juga aktif di organisasi keagamaan besar seperti Nahdlatul Ulama. Dengan latar belakang nasionalis yang kuat, ia mampu berdiri di atas semua golongan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, maupun antargolongan.
Moody menyampaikan bahwa apa yang dicapai oleh Cak Nur tidak terlepas dari seorang guru yaitu Prof. Dr. Surya Respationo,SH.MH yang turut membimbingnya dalam perjalanan karir politik. Berkat bimbingan tersebut, Nuryanto mampu membangun kepribadian politik yang kokoh dan penuh komitmen.
Nuryanto untuk Batam yang Lebih Baik
Sebagai calon Walikota Batam, Nuryanto membawa visi besar untuk menjadikan Batam sebagai kota yang lebih maju dan mudah diakses bagi semua lapisan masyarakat. Ia berkomitmen meningkatkan pelayanan publik, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat infrastruktur yang mendukung kemajuan ekonomi.
“Saya yakin, dengan integritas dan pengalamannya, Cak Nur mampu membawa perubahan positif bagi Kota Batam,” ujar Moody.
Pada 27 November 2024, mari kita gunakan hak suara kita untuk memilih pemimpin yang visioner dan peduli pada rakyatnya. Berikan dukungan penuh kepada pasangan nomor urut satu, H. Nuryanto, SH, MH, dan Hardy Selamat Hood, untuk memimpin Kota Batam menuju masa depan yang lebih baik.
Batam membutuhkan pemimpin seperti Cak Nur, yang tidak hanya bekerja keras tetapi juga selalu hadir untuk rakyatnya.















