Breaking News
Pemko Batam, Gelar Workshop SPIP Terintegrasi 2024 Semarak Idul Adha Kelurahan Sungai Jodoh, Arisan Warga Dapat 2 Ekor Sapi untuk Masyarakat 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐖𝐚𝐠𝐮𝐛 𝐌𝐚𝐫𝐥𝐢𝐧 𝐒𝐞𝐫𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐄𝐧𝐚𝐦 𝐄𝐤𝐨𝐫 𝐒𝐚𝐩𝐢, 𝐑𝐮𝐝𝐢, 𝐈𝐧𝐢 𝐃𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐑𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 B𝐞𝐫𝐬𝐢𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐫𝐢 𝐖𝐚𝐤𝐢𝐥𝐢 𝐖𝐚𝐤𝐨 𝐑𝐮𝐝𝐢, 𝐉𝐞𝐟𝐫𝐢𝐝𝐢𝐧 𝐒𝐞𝐫𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐇𝐞𝐰𝐚𝐧 𝐊𝐮𝐫𝐛𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐖𝐈 𝐏𝐫𝐨𝐯𝐢𝐧𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐩𝐫𝐢 𝐈𝐝𝐮𝐥𝐚𝐝𝐡𝐚 𝟏𝟒𝟒𝟓 𝐇𝐢𝐣𝐫𝐢𝐚𝐡, 𝐉𝐞𝐟𝐫𝐢𝐝𝐢𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐮𝐫𝐛𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐣𝐢𝐝 𝐍𝐮𝐫𝐮𝐥 𝐇𝐢𝐤𝐦𝐚𝐡 𝐓𝐚𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠u𝐦𝐚

Kog Bisa, PLN Segel Meteran SPAM Warga Keluhkan Air Bersih 4 Hari Tidak Mengalir

Lancangkuningnews.com. Anambas 25/3/2024 – Masyarakat Siantan mengeluhkan suplai air bersih sudah 4 hari tidak mengalir dari sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dikelola PUPRPRKP Kabupaten Anambas Kepulauan Riau.

Hery salah seorang warga Siantan mengeluh bahwasanya kami sudah 3 hari tidak mendapatkan air bersih yang mengalir ke rumah, sementara bulan puasa air merupakan prioritas utama yang dibutuhkan masyarakat ,ungkapnya.

Disamping itu , kami juga tidak tau terkait penyebabnya air tidak mengalir, karena informasi apapun kami tidak terima, baik berupa pengumuman ataupun himbauan, tuturnya.

Kami media ini, terkait isu yang berkembang penyebab kendala air bersih tidak mengalir ke rumah warga disebabkan mesin SPAM tidak berfungsi disebabkan Listrik Diputus oleh PLN karena tagihannya belum dibayarkan.

ULP PLN bagian administrasi dan pelayanan gangguan Tarempa, saat dikonfirmasi membenarkan bahwasanya telah melakukan pemutusan sementara listrik milik SPAM yang dikelola oleh PUPRPRKP, dengan melakukan penyegelan dibagian meteran karena telah terjadi tunggakan tagihan PLN yang belum bayarkan sesuai waktu yang sudah ditentukan, ucap Arifin.

Dirinya menjelaskan sebelum dilakukan pemutusan aliran listrik tersebut Arfin sudah dilakukan koordinasi ke pihak terkait Dinas PU Anambas,

“Sudah berapa kali kita lakukan koordinasi ke Dinas PU nya dan kita sudah ajukan juga tagihan yang harus dibayarkan sebelum jatuh tempo”, jelasnya.

Arfin menambahkan, tagihan yang harus di bayarkan bulan ini yang tajuh tempo pada tanggal 20 kemarin sudah harus dilakukan pembayaran, jika tidak, kita terpaksa lakukan pemutusan sesuai ketentuan.

“Untuk tagihan yang harus di bayarkan tersebut kurang lebih Rp.8.800.000 untuk saat ini, jika nantinya sudah dilakukan pembayaran kita akan alirkan lagi arus listriknya”, kata Arfin.

Arfin menambahkan, terkait tagihan bulanan tergantung pemakaian setiap bulannya, jadi tagihan tersebut sesuai pemakaian listriknya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPRKP Anambas dikonfirmasi awak media terkait keluhan warga sulit mendapatkan air bersih, meminta waktu hingga esok hari karena sedang tidak berada di tempat, tutupnya.(FD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *